Luis Diaz Cetak Gol Debut di Bayern Munchen, Persembahkan Selebrasi Haru untuk Mendiang Diogo Jota
Kabar NGABANG- Debut Luis Diaz bersama Bayern Munchen langsung mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Winger asal Kolombia itu bukan hanya sukses mencetak gol, tetapi juga menghadirkan momen penuh haru saat memberi penghormatan untuk sahabat sekaligus mantan rekannya di Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dunia sebulan lalu.
Gol Debut yang Penuh Makna
Bayern Munchen tampil di Franz Beckenbauer Supercup melawan VfB Stuttgart, Minggu (17/8/2025). Harry Kane membuka keunggulan Die Roten lebih dulu, sebelum Luis Diaz menambah skor menjadi 2-0 lewat sundulan memanfaatkan umpan matang Serge Gnabry.
Gol itu menjadi spesial, bukan sekadar karena debut manis bersama klub barunya, tetapi juga karena selebrasi yang ia lakukan. Diaz mempersembahkan gestur ikonik video game yang biasa dilakukan Jota setiap kali mencetak gol. Selebrasi sederhana itu kini bermakna besar: simbol penghormatan untuk sahabat yang telah pergi.
“Gol ini untukmu, Diogo. Kami semua merindukanmu,” ucap Diaz usai laga dengan mata berkaca-kaca.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5317548/original/057451400_1755384558-000_69PZ37Q.jpg)
Baca Juga : CFD Jadi Ruang Publik Baru di Landak: Sehat, Asyik, dan Ramah Lingkungan
Mengenang Persahabatan di Liverpool
Diaz dan Jota membangun ikatan kuat selama dua musim di Liverpool. Keduanya tampil bersama dalam 73 pertandingan, meraih gelar Liga Inggris musim 2024/2025, serta memenangkan Piala FA dan Carabao Cup.
Kehilangan Jota terasa begitu mendalam, apalagi tragedi itu terjadi mendadak. Jota dan saudaranya, Andre Silva, meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli lalu. Sejak saat itu, banyak pemain Liverpool dan mantan rekan setim Jota yang mempersembahkan tribute, termasuk Darwin Nunez pada laga pramusim melawan Preston North End.
Anfield Larut dalam Duka
Penghormatan untuk Jota tidak berhenti di laga Bayern. Di Inggris, Anfield berubah menjadi lautan emosi saat Liverpool menjamu Bournemouth di akhir pekan yang sama.
Ribuan fans The Reds membentangkan mosaik bertuliskan “DJ 20” (nomor punggung Jota) dan “AS 30” (nomor punggung Andre Silva). Suasana stadion kian haru ketika seluruh penonton bersama-sama menyanyikan “You’ll Never Walk Alone”.
Pada menit ke-20, lagu khusus untuk Jota dikumandangkan, dan seluruh fans berdiri memberi penghormatan. Beberapa pemain Liverpool, termasuk Mohamed Salah, tak mampu menahan air mata setelah peluit akhir berbunyi.
Wolves Turut Memberi Penghormatan
Wolverhampton Wanderers, klub yang menjadi rumah pertama Jota di Inggris, juga tidak ketinggalan mengenang sosok pemain asal Portugal itu. Di Molineux, sebuah tifo besar bergambar wajah Jota dibentangkan, disertai pesan menyentuh: “We’ll remember you when you walk in fields of gold.”
Lagu Fields of Gold karya Sting—yang menjadi favorit Jota—diputar sebelum kick-off. Seluruh stadion lalu memberikan tepuk tangan meriah pada menit ke-18, angka yang identik dengan nomor punggungnya saat masih berseragam Wolves.
Liverpool Pensiunkan Nomor 20
Sebagai bentuk penghormatan abadi, Liverpool mengumumkan keputusan bersejarah: nomor punggung 20 yang selama ini dikenakan Jota resmi dipensiunkan. Tidak ada lagi pemain yang akan mengenakan nomor tersebut, baik di tim utama maupun akademi, sebagai simbol bahwa warisan Jota akan selalu hidup di Anfield.
Lebih dari Sekadar Gol
Bagi Luis Diaz, gol debutnya di Bayern Munchen menjadi awal baru kariernya di Bundesliga. Namun lebih dari itu, momen tersebut menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga tentang persahabatan, cinta, dan penghormatan.
“Sepak bola kehilangan salah satu pemain terbaiknya, tapi yang lebih penting, kami kehilangan seorang teman yang luar biasa. Aku hanya ingin memastikan namanya tidak pernah dilupakan,” kata Diaz.
Dengan cara itulah, Jota tetap hidup dalam kenangan—bukan hanya di hati keluarga dan sahabat, tetapi juga di setiap tribun stadion tempat dia pernah bermain dan dicintai.
















