PLN ULP Ngabang Latihan Tanggap Darurat: Bukti Keseriusan Hadapi Krisis dan Jaga Keandalan Listrik
Kabar NGABANG- Suasana pagi di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, tampak berbeda dari biasanya. Sirine meraung panjang, kepulan asap muncul dari halaman, dan pegawai bergegas keluar menuju titik kumpul darurat. Beberapa terlihat mengevakuasi rekannya yang berpura-pura menjadi korban. Sekilas menegangkan, namun ternyata bukan musibah sungguhan. Semua itu adalah bagian dari Simulasi Gawat Darurat yang digelar PLN ULP Ngabang pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Latihan Serius, Bukan Formalitas
Simulasi kali ini bukan sekadar rutinitas atau formalitas tahunan. Dengan berbagai skenario ekstrem—mulai dari ancaman bom, unjuk rasa anarkis, kebakaran besar, penyanderaan, hingga kecelakaan kerja—setiap pegawai diuji kemampuannya dalam menghadapi kondisi darurat.
“Awalnya memang terasa tegang, tapi justru di situlah pelajaran pentingnya. Kita belajar bahwa dalam kondisi krisis, kunci utamanya adalah sigap, kompak, dan saling mendukung,” ujar salah seorang pegawai usai latihan.
Dari pagi hingga siang hari, puluhan pegawai PLN ULP Ngabang terlibat aktif. Tidak hanya melalui simulasi di ruang rapat (table-top exercise), tetapi juga langsung praktek di lapangan. Semua lini ikut ambil bagian, mulai dari teknisi, tim keamanan, layanan pelanggan, hingga manajemen, dengan berpedoman pada Emergency Response Plan (ERP) dan Business Continuity Management (BCM).

Baca Juga : PTPN IV dan Polres Landak Panen Perdana Jagung Tumpang Sari, Bukti Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Komitmen Membangun Kesiapan Mental
Manager PLN UP3 Mempawah, Abdul Azis P, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah investasi penting, bukan sekadar acara seremonial.
“Kami ingin seluruh pegawai terbiasa menghadapi skenario terburuk. Karena itu, simulasi ini digelar dengan serius, melibatkan instansi eksternal agar koordinasi lebih matang. Jadi, kalau krisis benar-benar datang, semua siap bergerak sesuai peran,” jelas Azis.
Sinergi Lintas Instansi
Semangat latihan makin terasa dengan keterlibatan berbagai pihak di luar PLN, seperti Ditpamobvit Polda Kalbar, Polres Landak, Damkar Pol PP Landak, dan PMI Landak. Kolaborasi ini membuat simulasi semakin realistis sekaligus menegaskan bahwa menjaga layanan publik tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus bersinergi lintas lembaga.
“PLN bukan hanya dituntut andal secara teknis, tapi juga tangguh menghadapi ancaman non-teknis. Latihan terpadu ini adalah bukti keseriusan kami menjaga keselamatan pegawai sekaligus keandalan pasokan listrik,” tambah Azis.
Evaluasi dan Pembelajaran
Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh dari Ditpamobvit Polda Kalbar. Setiap catatan, baik berupa kekurangan maupun celah prosedur, dianggap sebagai peluang untuk memperkuat standar operasional keamanan. “Setiap evaluasi adalah langkah untuk lebih baik. Bukan kelemahan, tapi jalan menuju kesiapan yang lebih matang,” tegas pihak evaluasi.
Resiliensi Operasional, Prioritas PLN
General Manager PLN UID Kalbar, Maria G.I. Gunawan, juga menekankan pentingnya simulasi seperti ini.
“PLN tidak hanya harus menjaga keandalan pasokan listrik, tapi juga dituntut tangguh menghadapi berbagai krisis. Melalui latihan ini, kami memastikan pegawai siap secara mental, prosedural, dan koordinatif. Inilah bentuk komitmen kami menjaga keberlanjutan layanan publik dan kepercayaan masyarakat,” katanya.
Bukti Keseriusan PLN
Simulasi gawat darurat di ULP Ngabang ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapan lahir dari latihan, dan ketangguhan lahir dari kebersamaan. Dengan semangat itu, PLN optimistis mampu menghadapi segala bentuk krisis, baik teknis maupun non-teknis, demi menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
















