Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Pekan Budaya Daerah Landak Kacau! Panggung Utama Roboh Diterpa Hujan Deras

cek disini

Atap Panggung Pekan Budaya Daerah Landak Roboh Diterpa Angin Kencang, Pembukaan Acara Ditunda

Kabar NGABANG Suasana semarak yang seharusnya mewarnai pembukaan Pekan Budaya Daerah Kabupaten Landak berubah panik setelah atap panggung utama tiba-tiba roboh akibat angin kencang dan hujan deras, Senin malam (6/10/2025). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di kompleks GOR Patih Gumantar Ngabang, saat acara pembukaan baru saja dimulai. Sekda Landak yang diwakili oleh Asisten Perekonomian Setda Landak, Theresia Limawardani, tengah memberikan sambutan ketika angin kencang tiba-tiba menerjang area panggung.

“Anginnya sangat kencang sekali. Ibu Theresia sampai langsung turun dari panggung karena tenda mulai bergoyang hebat,” cerita Anes, selaku penyedia panggung saat dikonfirmasi, Selasa pagi (7/10).

Tak berselang lama, atap panggung ambruk, menimbulkan suara keras yang membuat panitia dan penonton berhamburan menyelamatkan diri. Sejumlah bagian besi penyangga dan peralatan dekorasi pun ikut ambruk.

“Untung saja semua sudah sempat bubar lebih dulu karena cuaca ekstrem. Kalau tidak, bisa saja ada yang terluka,” ujar Anes lega.

Pekan Budaya Daerah Landak Kacau! Panggung Utama Roboh Diterpa Hujan Deras
Pekan Budaya Daerah Landak Kacau! Panggung Utama Roboh Diterpa Hujan Deras

Baca Juga : Panen Udang Galah di Sungai Landak, Bupati Karolin Ikut Turun Tangan


Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memang telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Landak. Angin kencang dan hujan lebat yang terjadi malam itu menjadi faktor utama penyebab robohnya panggung.

“Sekitar jam delapan lewat, angin datang mendadak disusul hujan deras. Dalam hitungan menit, atapnya langsung roboh,” jelas Anes.

Panggung yang dibangun untuk acara Pekan Budaya Daerah 2025 itu sejatinya dirancang untuk menampung berbagai kegiatan seni dan pertunjukan budaya, mulai dari tari kreasi daerah, pameran hasil kerajinan, hingga festival musik tradisional yang dijadwalkan berlangsung pada 6–11 Oktober 2025.


Acara Pembukaan Ditunda, Panitia Lakukan Perbaikan

Akibat kerusakan cukup parah pada bagian atap dan struktur panggung, pembukaan acara resmi Pekan Budaya Daerah akhirnya ditunda hingga kondisi kembali aman.
Wakil Bupati Landak Erani, yang telah hadir di lokasi sebelum insiden, turut memastikan semua peserta dan tamu undangan dalam keadaan selamat.

“Begitu angin makin kencang, beliau langsung minta seluruh hadirin meninggalkan area panggung. Setelah semua aman, barulah panggung roboh,” kata Anes menambahkan.

Meskipun beberapa alat sound system dan dekorasi panggung sempat tertimpa material, kerusakan tidak terlalu fatal. Panitia berencana melakukan perbaikan total pada Selasa pagi, agar panggung bisa digunakan kembali untuk jadwal kegiatan berikutnya.

“Kami sudah mulai perbaikan sejak pagi ini. Targetnya, besok panggung sudah berdiri lagi dan acara bisa dilanjutkan,” ungkap Anes optimistis.


Pemkab Landak Pastikan Keamanan Kegiatan

Pemerintah Kabupaten Landak melalui panitia pelaksana menegaskan bahwa keselamatan peserta dan penonton akan menjadi prioritas utama sebelum acara dilanjutkan.
Petugas gabungan dari BPBD, Satpol PP, dan Dinas PUPR juga dikerahkan untuk memastikan kekuatan struktur panggung pasca-insiden.

“Kami pastikan semua instalasi akan diperiksa kembali agar tidak ada kejadian serupa. Keselamatan masyarakat adalah hal utama,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Meski sempat tertunda, semangat untuk melestarikan budaya daerah tak surut. Panitia memastikan Pekan Budaya Daerah tetap berlangsung hingga tanggal 11 Oktober 2025, dengan jadwal yang telah disesuaikan.


Semangat Budaya Tak Padam

Warga Landak berharap peristiwa tersebut tidak mengurangi semangat perayaan budaya lokal yang sudah lama dinantikan. Sejumlah kelompok seni dari berbagai kecamatan juga menyatakan siap tampil kembali begitu panggung selesai diperbaiki.

“Ini hanya ujian kecil. Budaya Landak harus tetap hidup dan dikenal luas. Kami siap tampil kapan pun acaranya dilanjutkan,” ujar salah satu peserta tari kreasi, Maria Yuli, dengan penuh semangat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pekan Budaya Daerah Landak 2025 diharapkan tetap menjadi wadah kebanggaan bagi masyarakat untuk menunjukkan kekayaan tradisi dan kreativitas lokal, meski sempat diterpa badai.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *