Panen Perdana Jagung di Landak Lampaui Rata-Rata Nasional, Karolin Dorong Petani Manfaatkan Lahan Tidur
Kabar NGABANG- Pemerintah Kabupaten Landak terus menunjukkan keseriusan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Hal itu tampak saat Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menghadiri panen perdana jagung di Brigade Pangan Bukit Sabu Enek, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Selasa (9/9/2025).
Acara panen ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Kapolres Landak, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Kalbar, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Ketua TP PKK, Camat Ngabang, Manajer PTPN XIII Ngabang, serta perwakilan kelompok tani dan undangan lainnya.

Baca Juga : 5 Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendarat di Puerto Riko, Ketegangan dengan Venezuela Meningkat
Landak Jadi Sentra Baru Jagung di Kalimantan Barat
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalbar, Herlina, menegaskan bahwa keberhasilan panen jagung di Landak menjadi kontribusi penting bagi ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. “Dalam beberapa tahun terakhir, Landak menempati peringkat kedua sentra tanaman jagung di Kalimantan Barat setelah Bengkayang. Tahun 2023 luas tanam mencapai 6.506 hektare, meski pada 2024 sedikit menurun menjadi 6.145 hektare karena berbagai faktor. Hingga September 2025, luas tanam jagung di Kalbar sudah lebih dari 5.000 hektare,” jelasnya.
Data ini menunjukkan Landak memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan jagung di wilayah Kalimantan Barat. Produktivitasnya yang terus meningkat juga menandakan pengelolaan lahan yang semakin baik.
Produktivitas Melebihi Rata-Rata Nasional
Bupati Karolin mengungkapkan bahwa jagung yang dipanen kali ini ditanam pada 22 Mei 2025. Ia menekankan bahwa hasil panen perdana tersebut mampu melampaui rata-rata nasional. “Rata-rata nasional jagung per hektare hanya 5,8 ton, sementara di Landak bisa mencapai 6 ton. Lahan ini dikelola dengan pupuk organik dan perawatan ekstra, sehingga hasilnya di atas rata-rata meski biaya tidak jauh berbeda,” ujarnya.
Karolin juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta para petani atas kerja keras dan kolaborasi yang telah terjalin. “Luas tanam jagung kita tahun ini sudah melebihi target, begitu juga dengan padi. Ini buah kerja keras semua pihak,” tambahnya.
Rencana Perluasan Lahan dan Dukungan Kredit
Tak berhenti di panen perdana, Karolin mengumumkan rencana pemerintah daerah membuka lahan baru seluas 15 hektare dengan dukungan pembiayaan dari Credit Union. “Credit Union telah masuk dalam skema pembiayaan kelompok tani dampingan pemerintah daerah. Jadi 15 hektare berikutnya akan dibiayai oleh Credit Union,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa panen perdana ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung produktivitas pertanian melalui program penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, sarana prasarana pertanian, hingga pelatihan pengolahan lahan.
Ajak Petani Manfaatkan Lahan Tidak Produktif
Karolin juga mengajak masyarakat dan petani yang memiliki lahan tidak produktif agar memanfaatkannya untuk menanam jagung. “Silakan berkonsultasi dengan PPL dan BPP Ngabang agar tahu cara pengolahan lahan yang baik,” imbaunya.
Ajakan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan pembiayaan yang tepat, diharapkan Landak semakin kokoh menjadi sentra produksi jagung di Kalimantan Barat.
Bukti Nyata Peningkatan Sektor Pertanian
Panen perdana ini bukan hanya pencapaian angka produksi, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan lembaga pembiayaan mampu menghasilkan kemajuan signifikan di sektor pertanian. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Landak untuk mengembangkan potensi pertaniannya.
Dengan produktivitas yang melampaui rata-rata nasional, Landak kini berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
















