Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis: Indonesia Akan “Semakin Terang” Berkat Strategi Penguatan Ekonomi
Kabar NGABANG- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia akan semakin membaik secara bertahap. Optimisme ini ia sampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (…).
Menurut Purbaya, strategi penguatan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah akan mengubah persepsi masyarakat dari rasa khawatir terhadap kondisi ekonomi yang “gelap” menjadi keyakinan bahwa masa depan Indonesia akan “semakin terang”.
“Yang tadinya anda takut-takut, oh Indonesia gelap. Mungkin sebentar lagi Indonesia terang sedikit. Pertamanya semakin ke depan, semakin terang lagi,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Karolin Kunjungi Kafilah Landak, Beri Semangat di MTQ ke-33 Kalbar
Strategi Penempatan Dana Rp200 Triliun untuk Dorong Ekonomi
Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah penempatan dana sebesar Rp200 triliun pada lima bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) guna memperkuat likuiditas perbankan nasional. Dana ini diharapkan dapat memperluas ruang gerak perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor riil, sehingga memacu pertumbuhan ekonomi.
Kelima bank penerima dana tersebut adalah:
-
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rp55 triliun
-
Bank Negara Indonesia (BNI) Rp55 triliun
-
Bank Mandiri Rp55 triliun
-
Bank Tabungan Negara (BTN) Rp25 triliun
-
Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp10 triliun
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 yang mulai berlaku sejak Jumat (12/9). Dalam ketentuan tersebut, setiap bank penerima dana wajib melaporkan penggunaan dana secara bulanan kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti.
Ubah Sentimen Pelaku Usaha
Purbaya menjelaskan, perbankan sempat menunjukkan kegelisahan dalam menyalurkan likuiditas ke sistem perekonomian. Namun dengan adanya injeksi dana ini, ia yakin situasi akan berubah.
“Market tahu, para pelaku ekonomi tahu, para deposan sudah mulai merasakan, para pemilik perusahaan sudah merasakan. Pasti ditawarin mau enggak kredit. Itu dirasakan oleh pelaku ekonomi keseluruhan,” katanya.
Ia menambahkan, arus penyaluran dana ini, baik secara perlahan maupun cepat, akan masuk ke dalam sistem perekonomian dan mengubah arah sentimen pelaku usaha dari ketakutan menjadi optimisme.
Dampak Diharapkan Terserap dalam Satu Bulan
Purbaya menyebutkan, dampak kebijakan ini akan mulai terasa secara efektif dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, khususnya pada sektor riil. Dengan begitu, pemerintah berharap iklim usaha semakin kondusif dan mendorong peningkatan investasi serta konsumsi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kepada pasar bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas dan memperkuat pondasi perekonomian nasional. Jika kebijakan berjalan sesuai rencana, Indonesia diharapkan bisa keluar dari bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global menuju prospek yang lebih cerah.
















