Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Israel Gempur Qatar, PM Al Thani Geram: Negara-negara Teluk Akan Bergerak Bersama!

cek disini

Israel Gempur Qatar, PM Al Thani Geram: Negara-negara Teluk Akan Bergerak Bersama!

Kabar NGABANG- Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Untuk pertama kalinya, Israel Gempur serangan langsung ke wilayah Qatar, tepatnya di Ibu Kota Doha pada Selasa (9/9/2025). Serangan yang dilakukan dengan jet tempur dan rudal itu menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk dua petugas keamanan Qatar.

Israel berdalih operasi itu ditujukan untuk membunuh para pemimpin Hamas yang sedang berada di Doha. Namun klaim tersebut langsung menuai gelombang kecaman internasional. Bagi Qatar, serangan ini bukan hanya pelanggaran kedaulatan, melainkan juga upaya untuk merusak proses perdamaian di Gaza yang selama ini mereka fasilitasi.

Israel Gempur Qatar, PM Al Thani Geram: Negara-negara Teluk Akan Bergerak Bersama!
Israel Gempur Qatar, PM Al Thani Geram: Negara-negara Teluk Akan Bergerak Bersama!

Baca Juga : Harga CPO Naik Tipis di KPBN dan Bursa Malaysia, Pasar Masih Wait and See


PM Qatar: Akan Ada Respons Kolektif Teluk

Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menegaskan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja. Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, ia menyatakan sedang menyiapkan respons kolektif bersama negara-negara Teluk.

“Seluruh kawasan berada dalam risiko. Israel telah membawa kita ke jurang kekacauan. Kami sedang berkonsultasi dengan mitra-mitra kami untuk menyiapkan jawaban yang tegas,” ujarnya.

Menurut laporan Al Jazeera, Qatar bersama negara-negara Teluk tengah membentuk tim hukum internasional untuk mengkaji langkah mengadili PM Israel Benjamin Netanyahu atas pelanggaran hukum internasional.


Solidaritas Dunia Arab Mengalir ke Doha

Serangan Israel ke Qatar segera mengundang simpati dunia Arab. Para pemimpin negara Teluk berdatangan ke Doha untuk menyatakan solidaritas. Bahkan pemimpin Hizbullah, Naim Kassem, menyebut serangan itu sebagai peringatan bagi negara-negara Teluk bahwa mereka juga bisa menjadi target berikutnya.

“Kami berdiri di sisi Qatar. Serangan ini bagian dari ambisi Israel membangun ‘Israel Raya’ di kawasan Timur Tengah,” ujar Kassem.

Konsep “Israel Raya” sendiri merujuk pada visi ekspansionis kelompok ultranasionalis Israel yang mengklaim wilayah lebih luas, termasuk Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon, Mesir, dan Yordania.


Kecaman Dunia Internasional

Kemarahan juga datang dari berbagai belahan dunia. Presiden Prancis Emmanuel Macron menelpon Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, untuk menyampaikan dukungan.

“Serangan ini tidak bisa diterima. Saya menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap kedaulatan dan keamanan Qatar,” tegas Macron.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, ikut mengecam langkah Israel. Sementara itu, di Washington, Presiden AS Donald Trump berusaha meredakan ketegangan dengan menyebut tidak akan ada serangan lanjutan ke Qatar. Namun ucapan itu tampak bertolak belakang dengan sikap Netanyahu yang justru mengancam akan kembali menyerang Doha.


Israel Ngaku Targetkan Hamas, Tapi Tuai Kritik

Israel beralasan bahwa serangan ke Doha ditujukan untuk menghentikan pertemuan para pemimpin Hamas yang sedang membahas proposal gencatan senjata baru yang diajukan Trump. Namun, menurut Hamas, seluruh pimpinan mereka selamat dari serangan itu.

Bagi Qatar, alasan Israel tidak masuk akal. Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa keberadaan kantor Hamas di Doha dilakukan atas permintaan Israel dan Amerika Serikat sendiri, dalam rangka upaya mediasi.

“Pernyataan Netanyahu hanyalah pembenaran atas tindakan pengecut. Ia mencoba mengalihkan kesalahan dengan menuding Qatar, padahal ia sendiri melanggar hukum internasional,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Qatar.


Serangan Israel Meluas ke Negara Lain

Serangan ke Qatar hanyalah bagian dari gelombang operasi militer Israel yang makin agresif. Dalam 72 jam terakhir, Israel telah melancarkan serangan ke enam negara berbeda, termasuk Yaman, yang menewaskan 35 orang.

Di Gaza, bombardir Israel masih terus berlanjut. Pada Rabu (10/9), sedikitnya 72 warga Palestina tewas. Jumlah korban sejak Oktober 2023 kini telah melampaui 64 ribu jiwa.

Human Rights Watch dan berbagai organisasi HAM menuduh Israel melakukan genosida. Namun, serangan justru makin digencarkan dengan alasan menguasai Kota Gaza yang dihuni lebih dari satu juta orang.


Al Thani: Netanyahu Harus Diadili!

PM Qatar Al Thani menilai serangan ke Doha adalah bukti nyata bahwa Netanyahu tidak pernah serius mengejar perdamaian.

“Apa yang dilakukan Netanyahu kemarin telah membunuh harapan perdamaian, bahkan membahayakan para sandera Israel yang masih ditahan di Gaza,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Netanyahu harus dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan kejahatan perang. Qatar, tegasnya, tidak akan tunduk pada ancaman dan akan melanjutkan perannya sebagai mediator perdamaian di Gaza.


Penutup: Krisis Teluk Semakin Dekat?

Serangan Israel ke Qatar bisa menjadi titik balik baru dalam konflik Timur Tengah. Bukan hanya Palestina yang menjadi medan pertempuran, tetapi kini negara-negara Teluk pun berada di garis depan risiko.

Dengan meningkatnya solidaritas Arab dan tekanan internasional, Netanyahu menghadapi isolasi yang makin dalam. Namun, jika eskalasi ini terus berlanjut, kawasan Teluk bisa saja terseret ke dalam konflik terbuka yang jauh lebih luas.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *