Senin, 2 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
depo-investor.comdepo-investor.com
depo-investor.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Bikin Kamu Boncos Tiap Bulan, Ternyata Ini Beda Ga...

Bikin Kamu Boncos Tiap Bulan, Ternyata Ini Beda Gaya Hidup vs Gaya Bertahan Anak Rantau

Bingung bedain gaya hidup dan gaya bertahan? Buat mahasiswa perantau, dua hal ini sering ketuker dan bikin dompet jebol tiap bulan.

Gue masih inget banget momen tiga bulan pertama ngerantau dulu. Awalnya semua terasa seru — beli kopi kekinian tiap pagi, nongkrong di cafe yang lampunya estetik, langganan layanan streaming biar nggak bosan di kos. Tapi pas tanggal 20, saldo rekening udah kayak kering kerontang. Padahal uang kiriman baru masuk tanggal 1.

Nah, di titik itulah gue sadar ada dua hal yang sering banget ketuker: gaya hidup dan gaya bertahan. Keduanya kelihatan mirip dari luar, tapi efeknya ke dompet kamu beda jauh. Dan anehnya, banyak mahasiswa perantau — termasuk gue dulu — nggak bisa bedain sampai akhirnya boncos berulang kali.

Baca juga: Ritual Adat Tola Bala Digelar di Taman Kota Ngabang

Gaya Hidup Itu Soal Citra, Gaya Bertahan Itu Soal Prioritas

Coba deh kamu jujur sama diri sendiri. Waktu kamu beli kopi Rp 35 ribu di coffee shop dekat kampus, itu karena kamu emang butuh kafein, atau karena kamu pengen foto cup-nya buat story? Kalau jawabannya yang kedua, selamat — kamu lagi main di ranah gaya hidup.

Gaya hidup itu sebenernya bukan soal barangnya mahal atau murah. Ini soal motivasi di baliknya. Kamu beli sesuatu karena pengen dilihat sebagai orang tertentu. Pengen dianggap anak gaul, pengen dianggap nggak ketinggalan zaman, pengen dianggap "sama kayak yang lain".

Sementara gaya bertahan itu kebalikannya. Kamu beli sesuatu karena memang butuh. Kamu masak nasi sendiri bukan karena mau pamer jadi anak mandiri, tapi karena emang duitnya cuma cukup buat itu sampai akhir bulan. Kamu naik angkot bukan karena mau hemat demi konten, tapi karena ojek online bikin kamu nggak bisa makan dua hari kemudian.

Dua-duanya nggak salah, kok. Yang salah itu kalau kamu pikir kamu sedang bertahan, padahal aslinya kamu sedang mempertahankan gaya hidup yang nggak sanggup kamu biayai.

Tanda-Tanda Kamu Lagi Ketuker Antara Dua Hal Ini

Gue pernah baca thread di Twitter soal anak rantau yang akhir bulan cuma makan mie instan sambil nyicil bayar Netflix. Itu contoh paling jelas dari kekacauan prioritas. Tapi kalau kamu masih ragu, ini beberapa tandanya:

  • Kamu punya langganan streaming tapi nggak punya tabungan darurat. Ini klasik banget. Rp 50 ribu per bulan terasa kecil, tapi kalau kamu punya tiga layanan sekaligus, itu udah setara uang makan seminggu.
  • Kamu beli baju baru buat acara kampus, tapi nunda bayar uang praktikum. Prioritasnya kebalik. Acara kampus bisa dilewati, praktikum nggak bisa.
  • Kamu sering nongkrong di tempat mahal dengan alasan "biar nggak stres". Padahal habis nongkrong, kamu makin stres mikirin uang.
  • Kamu nggak pernah ngecek pengeluaran karena takut kaget. Ini denial paling parah. Kamu tahu ada masalah, tapi milih pura-pura nggak lihat.

Kalau kamu nemu minimal dua poin di atas, berarti kamu lagi ada di zona abu-abu. Nggak salah sepenuhnya, tapi juga nggak sehat buat jangka panjang.

Kenapa Anak Rantau Rentan Banget Ketuker?

Ada alasan psikologis yang bikin kita gampang terjebak. Pertama, kita ngerantau jauh dari keluarga, jadi kita pengen nunjukin ke diri sendiri dan orang lain kalau kita "bisa mandiri". Tapi mandiri itu bukan berarti bisa beli apa aja yang kita mau.

Kedua, tekanan sosial di lingkungan baru. Waktu kamu masuk ke lingkungan kampus yang isinya anak-anak dengan latar belakang beda-beda, kamu otomatis pengen "menyesuaikan diri". Masalahnya, penyesuaian yang kamu lakukan bukan soal nilai atau kebiasaan belajar, tapi soal gaya konsumsi.

Ketiga — dan ini yang paling bahaya — kita sering nggak punya role model yang jujur soal uang. Teman-teman kita nggak akan bilang "gue beli ini pakai uang sisa beasiswa" atau "gue nggak ikut karena bokek". Semua orang pura-pura aman secara finansial. Akhirnya kamu merasa sendirian dan nggak mau kelihatan beda.

Cara Simpel Membedakan Sebelum Bayar

Gue nggak akan kasih kamu tabel budgeting yang ribet. Itu nggak realistis buat mahasiswa yang sibuknya minta ampun. Tapi ada satu pertanyaan sederhana yang bisa kamu pakai tiap kali mau keluar uang: "Kalau nggak ada orang yang lihat, gue masih mau beli ini?"

Kalau jawabannya "nggak", berarti itu gaya hidup. Kalau jawabannya "iya, karena gue butuh", berarti itu gaya bertahan. Simpel, kan?

Tapi jujur ya, gue sendiri nggak selalu bisa konsisten. Ada masa di mana gue beli sneakers baru padahal sepatu lama masih bagus. Ada masa di mana gue langganan aplikasi musik premium padahal versi gratisnya cukup. Yang penting bukan sempurna, tapi sadar. Kalau kamu sadar kamu lagi salah pilih, kamu bisa koreksi di bulan berikutnya.

Dan satu lagi: jangan terlalu keras sama diri sendiri. Ngerantau itu berat. Kadang kamu butuh hal-hal kecil yang bikin kamu seneng biar nggak stress. Bedanya, kalau kamu tahu mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan, kamu bisa ngasih ruang buat keduanya tanpa harus makan mie instan tiap akhir bulan.

Nggak Ada yang Salah dengan Bertahan

Ada stigma aneh di kalangan mahasiswa perantau: kalau kamu hemat, kamu dianggap pelit. Kalau kamu masak sendiri, kamu dianggap nggak gaul. Kalau kamu nggak ikut nongkrong, kamu dianggap nggak solid. Padahal gaya bertahan itu bukan tanda kelemahan — itu tanda kamu tahu prioritas.

Justru yang perlu dipertanyakan adalah mereka yang gaya hidupnya tinggi tapi sumber dananya nggak jelas. Atau mereka yang ngajak kamu nongkrong tapi nggak pernah sadar kalau kamu lagi nggak punya uang.

Jadi, buat kamu yang lagi ngerantau dan bingung kenapa duitmu selalu habis sebelum waktunya, coba cek lagi. Mungkin kamu bukan lagi bertahan. Mungkin kamu sedang mempertahankan sesuatu yang sebenernya nggak perlu dipertahankan.

Dan kalau kamu merasa teman-temanmu semua hidup enak, ingat: yang kamu lihat cuma highlight-nya. Nggak ada yang upload story waktu mereka nggak bisa bayar kos tepat waktu. Kamu nggak sendirian, dan kamu nggak salah kalau milih bertahan dengan cara yang benar.

Tags: mahasiswa perantau gaya hidup hemat anak kos keuangan mahasiswa tips rantau